asuransi jiwa

Tahukah anda apa itu asuransi jiwa, dan kenapa asuransi jiwa penting untuk dimiliki?

Asuransi jiwa adalah asuransi yang uang pertanggungan (UP)-nya akan didapatkan oleh ahli waris apabila terjadi sesuatu yang membuat peserta asuransi meninggal dunia. Manfaat asuransi tersebut bisa sedikit bervariasi, apakah meninggal karena penyakit, atau kecelakaan. Kadang kala walau tidak meninggal tapi menyebabkan cacat tetap juga bisa masuk manfaat asuransi.

Perlu diketahui, asuransi jiwa hanya berguna SETELAH kita memiliki tanggungan, seperti pasangan, anak, orang tua, atau keluarga yang kehidupan sehari-harinya tergantung penghasilan kita. Apabila kita meninggal dunia, maka tanggungan kita akan kehilangan sumber penghasilan juga. Selain itu, asuransi jiwa dapat juga digunakan sebagai jaminan apabila kita memiliki hutang yang cukup besar, seperti KPR, sehingga dapat memastikan hutang kita lunas ketika kita meninggal.

 

Jenis Asuransi Jiwa yang Umumnya Beredar:

  • Asuransi term life: Dalam skema ini kita membayar premi sekali di awal untuk mendapatkan pertanggungan selama jangka waktu tertentu, biasanya kelipatan 5 tahun. Apabila kita masih hidup hingga akhir waktu, maka UP tidak dibayarkan. Asuransi term life juga mempunyai variasi produk yang mengembalikan premi di akhir waktu apabila masih hidup, namun nilai premi biasanya lebih mahal.
  • Asuransi whole life: Di skema ini, kita akan tertanggung hingga meninggal dunia, sehingga ada kepastian ahli waris akan mendapat UP, dengan catatan kita konsisten membayar premi tahunan tanpa terputus hingga meninggal dunia atau hingga usia yang telah ditetapkan. Asuransi whole life biasanya punya batas waktu maksimal di usia 90 atau 100 tahun. Meskipun peserta masih hidup di usia tersebut, UP masih akan tetap dibayarkan kepada ahli waris.

 

Kecukupan Uang Pertanggungan

Hal yang tidak kalah penting ketika membeli asuransi jiwa adalah menetapkan besaran UP sesuai kebutuhan. Jangan sampai UP yang diterima ahli waris tidak cukup menggantikan potensi sumber penghasilan dari peserta asuransi.

Ada beberapa cara menghitung kebutuhan UP, yang paling umum ada 2 yaitu:

Pertama, apabila UP diinvestasikan ke aset pendapatan tetap seperti deposito, bunga per bulan akan sebesar penghasilan yang hilang. Cara pertama memiliki keuntungan dan kerugian.

  • Plus: cara hitung sederhana, UP = penghasilan bulanan X 240
  • Minus: tidak pertimbangkan peningkatan penghasilan di masa depan dan inflasi pengeluaran 

Kedua, estimasikan kebutuhan hidup tanggungan selama beberapa waktu hingga tertanggung bisa hidup mandiri (misal setelah anak lulus kuliah). Cara kedua pun memiliki keuntungan dan kerugian.

  • Plus: nilai UP realistis sesuai kebutuhan di masa depan
  • Minus: cara hitung lebih sulit, bisa dibantu oleh perencana keuangan 

Tidak berarti semakin besar UP semakin baik, karena mempengaruhi besaran nilai premi. Perusahaan asuransi juga punya kebijakan nilai maksimal UP yang dapat ditanggung untuk tiap peserta asuransi.

Apabila keluarga dengan suami dan istri yang bekerja, lebih baik keduanya punya asuransi jiwa. Dengan cara pertama maka UP disesuaikan dengan penghasilan masing-masing. Dengan cara kedua maka UP dibagi 2 proporsional dengan besaran penghasilan tahunan masing-masing.#