Dana darurat adalah salah satu bentuk proteksi keuangan yang paling mendasar . Kalau bisa diibaratkan dana darurat seperti “malaikat” penyelamat dikala hal buruk menimpa keuangan kita tanpa harus menyusahkan kita di akhir nanti. Kita tidak dapat memprediksi kapan hal-hal tidak terduga menimpa kita. Seperti keluarga mendadak jatuh sakit, di phk secara tiba-tiba, kabar duka cita, atau hal-hal lain yang dapat membutuhkan pengeluaran yang cukup besar. Banyak orang berpikir bahwa dana darurat penting hanya untuk segelintir orang yang sudah berkeluarga, padahal kamu sendiri penting untuk mengelola dana darurat pribadi.

Untuk merencanakan keuangan yang baik, kita harus prepare for the worst dan juga mempersiapakan solusinya. Ada dua prinsip dalam persiapan hal tersebut yaitu risiko keuangan yang dapat ditanggung sendiri dalam bentuk dana darurat atau resiko ditanggung pihak lain dalam bentuk asuransi. Dana darurat bisa digunakan buat apa saja dan bisa ditabung lagi tetapi kamu harus menanggung 100% biaya dari resiko itu yang cukup menguras tabungan kalian. Jika kamu mengandalakan asuransi kamu harus bersedia membayar premi kepada pihak penyedia suransi namun resiko yang ditanggung oleh pihak asuransi hanyalah hal-hal spesfik (tidak semua bisa dicover oleh asuransi) dan juga jika kamu ingin perlindungan dari resiko yang besar maka premi yang dibayarkan juga besar untuk sesuatu yang belum terjadi.

Tapi ingat, keduanya penting dalam mleindungi kondisi keuangan.  Namun, memang saja proporsinya berbeda untuk setiap orang. Tetapi tetap saja dana darurat wajib dimiliki oleh sobat sebagai perlindungan yang paling mendasar bahkan lebih prioritas dari asuransi dikarenakan lebih fleksibel dan tidak semua hal dapat tercover oleh asuransi. Lalu bagaimana cara mengelola dana darurat? Yuk, perhatikan baik-baik cara mengelola dana darurat!

Dana darurat adalah sejumlah dana yang diperuntukkan untuk memenuhi hal-hal yang tidak terduga yang mungkin terjadi.  Dana darurat sering disimpan dalam bentuk tabungan uang kas tetapi boleh juga dipadukan dalam bentuk lain asalkan memiliki catatan likuiditas yang tinggi. Karena memiliki sifat yang dibutuhkan dalam kondisi urgent maka sobat harus memiliki aset yang harus dicairkan kapan saja maksimal 3 hari. Aset yang cocok misalnya emas, reksadana pasar uang dan deposito harian. Besar nya jumlah dana daurat bisa diseuaikan dengan biaya hidup dan kodisi keluarga serta tanggungan nya jangan sampai malah kebesaran ataupun memberatkan diri.

Biasanya dasar yang sering digunakan yaitu pribadi (lajang) tanpa tanggungan yaitu minimal 3 kali pengeluaran bulanan pribadi, pribadi dengan tanggungan orang tua atau saudara yaitu 6 kali pengeluaran bulanan, pasangan menikah belum mempunyai anak yaitu 6-9 kali pengeluaran bulanan  dalam rumah tangga, pasangan menikah dengan satu anak yaitu 9-12 kali pengeluaran bulanan dalam rumah tanga, pasangan menikah dengan dua anak yaitu 12-15 kali pengeluaran bulanan dalam rumah tangga. Nah untuk kamu yang masih pribadi (lajang) maka kamu dapat menggunakan aturan tersebut yaitu 6 kali pengeluaran bulanan pribadi atau minimum 3 kali pengeluaran bulanan pribadi.

Nah karena kali ini kita membahas dana darurat untuk pribadi, maka kalian dapat membuat dana darurat dalam bentuk tabungan uang kas sebesar 3 bulan. Misalkan, pengeluaran bulanan termasuk KPR atau utang lainnya sebesar Rp 10 juta per bulan. Artinya, dana darurat dalam bentu tabungan uang kas yang ideal dimiliki adalah Rp 30 juta.

Setelah dana darurat terpenuhi, maka kamu dapat menggunakan nya tanpa harus mengganggu pos-pos pengeluaran lain mu yang juga cukup penting. Namun, jangan lupa untuk menggunakan dana darurat hanya ketika kamu mengalami hal-hal darurat saja, namanya juga dana darurat hehehe. Setelah kamu menggunakan nya jangan lupa untuk mengisi kembali dana yang telah kamu gunakan sebelumnya. Kamu dapat menggunakan tabungan bulanan, bonus, THR, ataupun uang dari pendapatan lain mu.

Setelah membaca artikel diatas, apakah kamu semakin memiliki niat untuk mengalokasikan dana darurat? Atau masih bingung bagaimana cara menghitung dan mengelola nya? Jangan khawatir sobat, jika kamu masih bingung kamu bisa bertanya dengan financial advisor terpercaya. Yuk, mulai mencoba alokasikan dana darurat dalam perencanaan keuangan mu dan nikmati sendiri hasilnya! 🙂

#