Ketika kamu pertama kali menerima gaji, senang campur panik biasanya jadi makanan pertama. Senang karena,”Yaaiiyy my first salary! Now I can be independent financially.” Atau at lease, begitulah benak kamu berbicara. Atau kamu bisa panik karena,”Ok, what am I supposed to do about this?” Seiring dengan berjalannya waktu, kamu perlu belajar mengatur keuanganmu dengan baik, atau mulai belajar mengalokasikannya sesuai kebutuhan. Untuk itu, kamu perlu menerapkan cara mengatur keuangan pribadi dengan hal-hal penting namun mendasar sebagai berikut:

  • Ketahui secara pasti income kamu berapa

Sepertinya sederhana, tapi banyak yang tidak tahu persis income yang diterima berapa, karena adanya angka-angka ganjil di luar gaji pokok. Misalnya, ada penambahan uang insentif untuk penggunaan handphone, atau barangkali untuk makan, atau transportasi. Dengan mengetahui berapa besar income secara pasti, akan lebih memudahkan kamu untuk mengatur alokasi dana.

  • Ketahui secara pasti juga pengeluaran kamu berapa

Banyak diantara kamu yang tidak mencatat pengeluran sehingga sering melakukan salah perhitungan yang berakibat pada habisnya gaji atau malah kurang sebelum gaji berikutnya. Dengan mencatat pengeluaran, kamu akan mengetahui lebih pasti ‘hilangnya’ uang bulanan kamu ke mana.

  • Putuskan hubungan mesra kamu dengan si Bocor Halus

Sepertinya sederhana, namun rajin ngebawain pisang goreng buat temen-temen kantor, beli overpriced coffee di gerai-gerai kopi ternama setiap hari, itu malah bisa menggerus income kamu secara berlebihan. Padahal kalau uang yang jumlahnya sama kamu pergunakan untuk investasi, bukan mustahil dalam 10 tahun mendatang kita sudah jadi milyuner.

  • Menabung di tabungan dan deposito itu bukan investasi

Kalau kamu berpikir bahwa menabung di bank berupa tabungan dan deposito adalah aman, think again. Argumentasi yang timbul adalah aman secara nominal karena dilindungi oleh LPS. Memang LPS melindungi kamu, namun tabungan kamu akan terus tergerus oleh biaya-biaya administrasi yang bisa mencapai Rp. 150.000,00 loh sebulan. Sampai seorang teman pernah menghitung kalau dana yang ‘aman’ yang bisa kamu simpan ditabungan agar bunganya bisa break even dengan biaya administrasi adalah sebesar Rp. 25 juta. Apa iya kamu mau mendiamkan uang Rp. 25 juta di tabungan hanya untuk impas dengan biaya admin?

  • Sadari bahwa inflasi itu tidak akan bisa dikejar oleh kenaikan gaji

Inflasi per tahun bisa mencapai 15%, bahkan inflasi pendidikan bisa mencapai 20% per tahun. Kalau kamu masih berpikir,”Eh kok gaji gue nambah tapi gue tetep ga bisa nabung ya?” Itu adalah tanda awal sebenarnya gaya hidup kamu sudah tidak bisa terpenuhi karena inflasi. Jadi, investasilah sejak dini,

  • Investasi bukan hanya untuk si orang kaya saja

Investasi produk keuangan bisa dimulai hanya dengan Rp. 100.000,00. Bahkan beberapa saham perusahaan yang baik dan memiliki prospek keuntungan yang tinggi, sudah bisa kamu miliki mulai dari beberapa ratus ribu, sampai Rp. 4 juta rupiah. Investasi tidak harus mahal, dan bukan hanya dimiliki oleh orang kaya. Kamu hanya perlu banyak membaca, atau mulailai berinvestasi di Arkana. Karena platform digital investasi di Arkana memberikan solusi mudah bagi kamu yang ingin mulai berinvestasi dengan murah, dan terjangkau, hanya dengan klik saja. Dan akan tenaga professional perencana keuangang bisa membantu kamu sejauh chat saja.

  • Tanyakan pada diri sendiri: apa tujuan keuangan kamu?

Mungkin pada saat ini kamu masih dalam status single, tapi tentunya kamu ingin memiliki rumah sendiri dan masa pension yang nyaman bukan? Memiliki tujuan investasi seperti sudah memiliki gps yang terpasang dalam kendaraan keuangan kamu, sehingga kamu bisa terhindar dari salah jalan dan bahkan bisa sampai di tujuan dengan lebih cepat.

Lagipula tanpa tujuan investasi, layaknya kendaraan bagus yang full tank, kamu tetap tidak bisa pergi kemana mana bukan kalau tidak aja tujuan yang jelas dan pasti?

  • Kenali, pelajari dan pahami jenis jenis investasi yang cocok dan mudah

Ada banyak sekali instrument investasi yang ada di sekeliling kita. Mulai dari surat hutang berupa Obligasi atau Sukuk, logam mulia, property, saham, reksadana, ETF, Forex dan lain-lain. Pahami resikonya, pilih instrument investasi apa yang cocok dengan pribadi kamu dan keuangan kamu.

  • Tanyakan pada ahlinya

Kalau kamu tidak memiliki banyak waktu untuk belajar dan mencari tahu, tidak ada salahnya bertanya pada ahlinya yang jelas bisa memberikan rekomendasi dan nasihat yang jauh lebih baik daripada kamu mencari tahu sendiri atau bertanya pada orang yang salah.

  • Disiplin berinvestasi walau sekecil apapun

Warren Buffett tidak menjadi kaya dengan sekejab. Namun beliau rajin berinvestasi saham-saham yang dipilihnya, baru setelah 50 tahun kemudian ia memetik hasilnya.

Investasi sekecil Rp. 250.000,00 per bulan misalnya, dan kamu terus rajin membeli reksadana saham selama 30 tahun, akan memberikan hasil manis sekurangnya Rp. 3 milyar rupiah, tanpa kamu melakukan extra kerja, hanya bermodal rajin investasi. Jadi siapa bilang kamu tidak bisa kaya hanya dengan sesederhana Rp. 250.000,- ?

  • Jangan menaruh telur dalam satu keranjang

Kalau kamu menaruh telur dalam satu keranjang, dan keranjangnya jatuh, maka semua telur akan hancur. Setiap bentuk investasi pasti ada resikonya. Bayangkan tabungan dan depositopun ada resikonya juga. Jadi yang bisa kamu lakukan adalah diversifikasi, atau membagi bagi resiko, ke dalam bentuk instrument investasi yang bervariasi.

Tidak ada salahnya simpanan atau investasi yang kamu miliki, kamu bagi dalam bentuk tabungan, deposito, obligasi, reksadana dan saham sekaligus. Atau apabila kamu memiliki dana yang cukup, property bisa menjadi pilihan yang baik juga.

Kenali, pelajari dan pahami dulu tentang investasi apa, bagaimana dan untuk apa yang cocok dengan kamu. Sesedikit apapun investasi yang kamu lakukan sekarang, who knows? Entah siapa yang bisa kamu selamatkan 10-20 tahun lagi, atau mungkin kamu malah mampu menggapai mimpi, dari investasi yang kamu lakukan sekarang.