Kredit Tanpa Anggunan Tujuan Keuangan

Pernahkah kamu dihubungi oleh marketing kartu kredit yang menawarkan pencairan nilai tunai dari limit kartu kredit? Atau marketing bank yang menawarkan pinjaman dengan syarat mudah dan cepat tanpa jaminan apapun? Kedua penawaran tersebut pada dasarnya memiliki skema yang sama yaitu pinjaman tanpa angunan atau Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Skema ini memungkinkan kita untuk bisa meminjam sejumlah uang tanpa ada aset apapun yang dijadikan jaminan. Yang pasti, KTA berbeda dengan KPR/KPA yang menjadikan rumah/apartemen sebagai jaminan ataupun KPM yang menjadikan kendaran yang kita beli sebagai jaminan. KTA tidak bisa secara langsung menyita aset apapun kalau kita gagal bayar.

Wah enak sekali kalau begitu. Nanti dulu, skema ini pasti ada konsekuensinya. Konsekuensi dari KTA berupa bunga yang cukup tinggi, rata-rata 0.8% – 2.5% per bulan atau 9.6% – 30% per tahun. Bunga KTA kurang lebih sama dengan bunga kartu kredit, akan tetapi biasanya KTA merupakan utang terjadwal. Hal ini berarti utang KTA sudah jelas periodenya dan berapa total bunga yang harus dibayar.

Apakah Kita Boleh Mengambil Pinjaman Tanpa Angunan?

Tergantung tujuan keuangan. Kalau digunakan untuk kebutuhan konsumtif, bunga KTA yang besar bisa berbahaya dan sebaiknya dihindari. Jika memang butuh membeli barang yang mahal lebih baik langsung gunakan kartu kredit di merchant dan dibuat cicilan, walaupun tidak ada promo cicilan 0% biasanya bunganya akan lebih kecil dibandingkan dengan mengambil pinjaman tanpa agunan.

Selain untuk kebutuhan pribadi, pinjaman ini biasanya dimanfaatkan oleh pengusaha skala kecil – menengah untuk menambah modal, dengan catatan usahanya punya perputaran uang yang cepat. Jika digunakan untuk modal usaha, perlu diperhatikan juga apakah margin usahanya memang lebih besar dibandingkan dengan bunga yang dibayarkan, dan juga apakah pemasukan usaha cukup untuk membayar cicilan bulanannya.

Jadi, apakah kebutuhanmu saat ini cocok dibiayai dengan KTA? Selalu pikirkan dengan matang sebelum mengambil KTA, bisa jadi kebutuhan kita kurang cocok dengan pembiayaan ini dan ada alternatif pembiayaan lain yang lebih baik.