Kasus Jouska yang muncul sekitar bulan September 2020 lalu, membawa dampak yang signifikan pada dunia investasi dan perencana keuangan. Sektor investasi juga terkena imbasnya, dengan semakin khawatirnya banyak orang untuk memulai berinvestasi, dan semakin tidak yakin apakah benar profesi perencana keuangan bisa membantu memilihkan produk investasi yang pas, atau malah uang yang telah dicari dengan susah payah itu akan hilang?

Gerak cepat yang dilakukan OJK pada waktu itu adalah membentuk Satgas OJK dan menginvestigasi tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Singkat cerita, berkaca dari kausu tersebut, OJK kemudian mengeluarkan Disgorgement Fund.

Menurut Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal IA OJK, Luthfy Zain Fuady, pada acara Media Gathering Pasar Modal bulan November 2020 lalu yang dilakukan secara virtual, adanya peraturan ini adalah untuk memulihkan hak-hak investor yang merasa dirugikan dirugikan akibat adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal, melalui perintah tertulis kepada pelaku pelanggaran untuk mengembalikan sejumlah keuntungan yang diperoleh atau kerugian yang dihindari secara tidak sah atau melawan hukum.

Sayangnya, aturan yang rencananya baru kan terbit di tahun, baru akan berlaku untuk kasus-kasus di pasar modal yang diputus setelah aturan ini terbit. Namun, untuk kasus sebelum adanya Disgorgement Fund, OJK juga telah memberikan sanksi dengan perintah membayar uang kerugian.

Sebenarnya ada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan atau POJK No. 31/POJK.07/2020 , yang berisi tentang penyelenggaraan layanan konsumen dan masyarakat di sektor jasa keuangan. Dipasalnya yang 7 jelas disebutkan bagaimana penyelesaian sengketa yang mungkin timbul akibat ketidakpuasan konsumen oleh karena adanya indikasi pelanggaran ketentuan yang terkait peraturan perundang-undangan di sektor keuangan.

Dengan kata lain, rekomendasi saham yang berupa bisikan halus karena adanya bandar atau orang dalam yang menguasai pasar, bisa dilaporkan dan OJK akan melakukan penyidikan, menengahi sengketa, dan bahkan bisa memerintahkan penggantian kerugian.

Masalahnya dalam kasus Jouska, Jouska bukan institusi keuangan yang berada di bawah nauangan (baca: pengawasan) OJK. Karena memang Jouska bukan institusi keuangan, seperti manager investasi, sekuritas, perbankan, dll yang penjabarannya dan lisensi yang dibutuhkan, sangat jelas diuraikan oleh OJK. Jouska hanya institusi perencana keuangan yang memang tidak membutuhkan ijin dari OJK, karena ranahnya berbeda.

Menyadari adanya celah hukum seperti ini, maka OJK kemudian menerbitkan Disgorgement Fund ini, agar tetap bisa melindungi nasabah-nasabah atau klien-klien yang merasa dirugikan, apabila kasus serupa kemungkinan terulang di masa mendatang.

Kasus Jouska sendiri masih dalam proses penyelesaian, dan dari pihak OJK sendiri sudah memberikan perintah bayar alias meminta Jouska untuk mengganti kerugian yang ada. Tentunya ranah ini sudah masuk ke dalam ranah perdata, sehingga sudah diluar ranah OJK dan OJK sudah melakukan kemungkinan terbaik yang ada, terkait kasus Jouska.

Kasus Jouska sendiri dapat dihindari kalau memang nasabah atau klien memahami benar apa yang menjadi tujuan keuangan dan bagaimana proses investasi itu sendiri. Sayangnya memang edukasi finansial terkait investasi di saham masih minim, dan kebutuhan akan “uang cepat” dan “hasil hasil extravagan” sangat menggiurkan bagi mereka yang sedang dalam kondisi terjepit.

Kalau misalnya ada investasi yang menjanjikan atau ada oknum tertentu yang menjanjikan hasil imbal balik yang terlalu fantastis, cobalah untuk melihat kembali bagaimana track record-nya dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun terakhir. Perbanyaklah informasi terkait investasi, dan hal-hal yang mungkin terkait.

Tidak jarang beberapa orang memang sengaja memanfaatkan orang dekat kita untuk mencapai tujuannya dalam merekrut Anda untuk terjebak dalam iming-iming manis. Ya namanya juga orang butuh atau terjepit, rekomendasi dari seseorang yang dianggap bisa dipercaya, akan mengaburkan keputusan juga. Untuk itu, mohon cek kembali, dan gali informasi. Tanyakan pada mereka yang sudah pernah berinvestasi atau kepada yang ahli.

Hal-hal yang bisa Anda lakukan kalau ada yang menjanjikan suatu bentuk investasi dengan hasil imbal balik yang menggiurkan, adalah sebagai berikut:

  1. Cek apakah instansi atau institusi tersebut terdaftar di OJK. Kalau tidak, curigalah.
  2. Apakah produk yang ditawarkan memiliki track record selama 5-10 tahun ke belakang?
  3. Cai tahu mengenai success story yang sudah lama terjadi, bukan baru terjadi success story dalam waktu kurang dari 1 tahun
  4. Tanyakan pada seseorang yang ahli dan mintakan rekomendasi dari seseorang terpercaya.
  5. Cari berita yang mungkin terkait dengan hal tersebut, pelajari apa yang Anda temukan. Apakah cukup valid dan meyakinkan atau tidak?

Investasi akan sangat bisa memberikan hasil imbal balik yang baik, tapi memang butuh waktu dan tidak instan. Pelajari dan pahamilah instrumen investasi apa yang ingin Anda punya. Karena, Anda tidak akan pernah tahu, siapa yang bisa Anda selamatkan dengan investasi yang Anda lakukan sekarang.

 

 

Untuk update informasi tentang perencana keuangan terbaru follow intagram @arkana.finance , atau email saya di fioney@arkanafinance.com apabila ada pertanyaan lebih lanjut.

 #