cara melunasi hutang

Akan ada beberapa keadaan di mana kita perlu berhutang, bisa jadi karena membeli aset yang nilainya besar atau mungkin kebutuhan mendesak. Untuk menghadapi saat-saat tersebut, pastikan kamu tahu prioritas dan cara melunasi hutang tersebut agar tidak membebankan dirimu sendiri.

Pada artikel sebelumnya, telah dibahas mengenai berbagai jenis utang, perbedaannya, dan juga untung ruginya. Dari jenis-jenis hutang tersebut, mana yang harus diprioritaskan untuk dilunasi agar tidak terus membebankan? Berikut ini cara melunasi hutang dan prioritasnya yang perlu kamu ketahui agar kamu bisa menghindari kondisi terlilit utang:

 

1. Hindari Utang untuk Membeli Barang yang Tidak Terlalu Penting

Jangan pernah berutang hanya untuk memiliki uang cash, atau untuk membeli barang yang tidak benar-benar dibutuhkan. Semua utang harus dibayar, dan biasanya ada bunganya.

 

2. Utang Terjadwal

Pastikan utang kamu terjadwal. Ini lebih penting dibandingkan mencari utang dengan bunga rendah, karena dengan menjadwalkan pembayaran utang kita bisa merencanakan cashflow kita ke depannya dan membuat persiapan.

 

3. Cicilan Sesuai Dengan Penghasilan

Besar cicilan harus sesuai dengan penghasilan, sebaiknya paling banyak sepertiga dari jumlah penghasilan bulananmu. Besar cicilan dipengaruhi paling besar oleh lama berhutang atau tenor. Pilihlah tenor dengan bijak agar cicilan tidak mengganggu cashflow bulanan kamu.

 

4. Besar Cicilan

Ketahui kepastian bunga selama mungkin. Besar cicilan bisa berubah tergantung bunga, dan tentunya akan mempengaruhi cashflow. Suku bunga sedang untuk jangka waktu lama lebih baik daripada suku bunga kecil di awal tapi floating di angka besar sepanjang sisa cicilan.

 

5. Besar Bunga

Terakhir, besar bunga utang. Faktor ini sebenarnya justru prioritas terakhir, tapi tetap cukup penting. Hutang yang memiliki agunan biasanya bunga lebih kecil dibanding tanpa agunan.

 

Sebagai pesan terakhir, jangan pernah berutang kalau kamu tidak tahu bagaimana cara melunasi hutang tersebut, karena ini akan menyulitkan kamu di masa depan. Selain itu, utang yang tidak dibayar juga bisa merusak reputasimu, baik di lingkungan sekitarmu maupun catatan perbankan.