Cara mengelola keuangan

Kartini identik dengan perempuan mandiri yang membawa warna baru bagi peta peranan perempuan
dalam lingkungannya. Kartini mampu menyuarakan suara hatinya dengan tulisannya, dan memberi cahaya baru bagi peran perempuan. Nah, untuk menjadi Kartini Millennial yang mandiri secara finansial, inilah cara mengelola keuangan ala kartini milenial yang perlu kamu lakukan:

1. Tahu bagaimana mengatur keuangan dengan memiliki pos pos keuangan
Pengaturan keuangan sederhana tidak hanya dengan memiliki catatan pengeluaran, tapi kamu juga sebaiknya sudah memiliki perencanaan dalam mengatur keuangan kamu. Cara yang paling mudah adalah dengan memiliki pos-pos keuangan. Sejak awal kamu bisa membagi pengeluaran kamu ke dalam bentuk pos pos keuangan pilihan kamu. Misal pos untuk zakat, infaq dan sedekah, pos untuk kebutuhan rutin bulanan seperti tagihan dan belanja bulanan, pos untuk transportasi, pos untuk jajan, hiburan dan pemenuhan gaya hidup, pos untuk membayar utang, pos untuk dana darurat dan pos untuk investasi.

Besarannya tentu kamu yang bisa menentukan. Tapi kamu harus tetap disiplin di sini. Disiplinlah yang akan menjadi kunci sukses keberhasilan kamu. Jadi, jangan mudah tergoda dengan midnight sale sehingga kamu membongkar pos investasi demi pemenuhan gaya hidup.

2. Memiliki tujuan keuangan yang terukur dan terencana
Setiap orang tentu memiliki tujuan keuangan yang berbeda. Tujuan keuangan ini bisa kamu bagi 2, menjadi tujuan keuangan jangka pendek dan tujuan keuangan jangka panjang. Tujuan keuangan jangka pendek adalah tujuan keuangan yang memiliki jangka waktu kurang dari setahun, dan tujuan keuangan jangka panjang adalah untuk tujuan keuangan yang memiliki jangka waktu lebih dari setahun.

Tentukan sejak awal apa yang menjadi tujuan kamu, dan pastikan tujuan keuangan itu bisa terukur dan terencana. Sehingga apabila meleset, kamu bisa cepat melakukan penyesuaian, atau apabila melebihi target, kamu tahu kalau kamu sudah melakukan sesuatu yang benar.

3. Memahami instrumen investasi dan sudah berinvestasi
Dengan kemajuan digital yang ada, informasi tentang instrumen investasi menjadi lebih mudah. Nah sudah layaknya juga kalau kamu tahu lebih banyak tentang apa saja instrument investasi yang ada dan mana yang cocok dengan tujuan keuangan dan profile resiko kamu.

Kalaupun masih bingung, ada banyak kelas keuangan yang bisa kamu hadiri supaya kamu bisa belajar lebih lanjut dan paham tentang instrument investasi. Dan setelah paham, baiknya sih kamu mulai juga berinvestasi. Investasi apapun bentuknya akan jauh lebih baik daripada kamu tidak berinvestasi sama sekali. Dana yang kamu sisihkan-pun nggak harus besar atau mahal. Sesuaikan saja dengan kemampuan kamu, atau kamu bisa bertanya langsung dengan admin Arkana untuk bisa memahami lebih lanjut tentang instrumen investasi apa yang memenuhi kebutuhanmu.

4. Memiliki dana darurat dan asuransi
Salah satu sifat Kartini yang tergambar adalah kesukaannya menolong atau berbagi. Memiliki dana darurat artinya membuka pintu kemungkinan juga bagi kamu untuk menolong keluarga yang sedang kesulitan. Sementara kalau sesuatu hal terjadi pada kamu, maka kamu bisa secara mandiri tidak menjadi beban bagi orang lain.

Memiliki asuransi juga sebenarnya untuk melindungi diri kamu dan orang-orang yang kamu sayangi dari
kekhawatiran. Khawatir sakit tetapi tidak mampu membayar karena biaya mahal adalah salah satunya. Kalau kamu termasuk orang yang mampu, baiknya kamu nggak hanya memiliki BPJS, tapi juga asuransi swasta. Karena ada hal-hal yang nggak dicover oleh BPJS bisa kamu dapatkan menfaatnya dari asuransi swasta.

5. Tahu bagaimana mengatur prioritas, bisa memilah antara ‘Wants’ dan ‘Needs’
Salah satu yang sering membuat penghasilan menjadi tidak terkontrol adalah tidak bisanya seseorang membedakan antara ‘Wants’ dengan ‘Needs’. Kartini millennials sebaiknya bisa. Dengan mengutamakan needs daripada wants, dan bisa memilah antara apa yang benar-benar butuh dengan apa yang hanya sekedar ingin, membuat kamu menjadi seseorang yang bijak dalam mengelola keuangan.

Mengutamakan wants akan membuat kamu menjadi lebih kompulsif dalam membeli sesuatu. Padahal kamu nggak benar-benar butuh, hanya ingin. Namun bukan berarti kamu sama sekali nggak boleh ya berkeinginan seperti ini. Hanya saja baiknya kamu budgetkan, agar kamu bisa memiliki porsi lebih besar untuk investasi dan tujuan keuangan kamu lebih cepat terpenuhi.

Masih bingung dengan cara mengelola keuangan atau hal-hal lain yang berhubungan dengan perencanaan keuangan? Silakan bertanya langsung dengan Arkana ! 🙂