investasi modal kecil

Tidak semua orang memiliki budget investasi yang besar, sebagian dari kita mungkin hanya mampu menyisihkan Rp 100.000 atau beberapa ratus ribu rupiah setiap hari atau bahkan setiap minggu atau bulan. Namun, bukan berarti lantas kita tidak bisa berinvestasi dan membuat uang kita bertumbuh. Ada berbagai cara investasi modal kecil yang bisa kamu lakukan untuk menumbuhkan uang Rp 100.000 yang kamu miliki.

Selain berinvestasi saham dan reksadana, ada juga alternatif cara-cara menumbuhkan uang lainnya yang bisa kamu coba. Yuk cek daftarnya di bawah ini!

1. Peer to peer lending

Salah satu cara terbaik untuk memanfaatkan uang Rp 100.000 yang kamu miliki adalah dengan meminjamkannya kepada orang lain. Mungkin ini terdengar aneh pada awalnya, tapi kini dengan kemunculan platform-platform peer to peer lending, kamu bisa menumbuhkan uangmu hanya dengan meminjamkannya kepada orang-orang yang membutuhkan pinjaman.

Inilah fungsi platform pinjaman P2P, yaitu menghubungkan kamu dengan peminjam yang membutuhkan pinjaman personal ataupun pinjaman usaha. Saat peminjammu membayar kembali pinjamannya, kamu akan menerima keuntungan berupa sebagian dari biaya bunga yang dibayarkan oleh peminjam.

Kalau kamu ingin mulai membangun portofolio investasi, baik dengan modal kecil ataupun modal besar, investasi peer to peer lending merupakan pilihan yang baik. Salah satu platform P2P di mana kamu bisa mulai investasi dengan modal Rp 100.000 saja adalah MEKAR. Return atau imbal hasil investasi yang kamu terima mulai 7,18% flat per tahun dan bisa mencapai sekitar 12,5% p.a., lebih tinggi dibandingkan bunga deposito di bank-bank besar.

Keunggulan lainnya yaitu MEKAR telah bermitra dengan lembaga-lembaga keuangan mikro yang sudah berkomitmen menyediakan perlindungan 100% untuk pokok investasimu, sehingga risiko investasimu pun menjadi jauh lebih kecil.

Nah, walaupun modal investasimu tidak banyak, yang penting kamu harus berinvestasi secara rutin, agar masa depanmu bisa lebih mapan secara finansial.

2. Rekening tabungan dengan bunga tinggi

“Rajin menabung, pangkal kaya”, apakah pepatah ini masih berlaku? Tahukah kamu bahwa kebanyakan bank besar tidak memberikan bunga untuk tabungan yang saldonya kurang dari Rp 1 juta? Ini berarti uangmu bukannya bertambah, tapi malah akan semakin berkurang setiap bulannya karena kamu harus membayar biaya admin bank bulanan.

Di bank-bank besar, kamu mungkin baru bisa menikmati bunga sebesar 1% hingga 1,5% per tahun jika kamu memiliki sedikitnya Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar di rekeningmu. Namun, ada juga lho bank-bank kecil yang menawarkan tingkat bunga yang lebih tinggi untuk tabungan dalam jumlah kecil. Nah, kamu hanya perlu melakukan riset kecil-kecilan dan memutuskan bank mana yang cocok untukmu.

3. Menjadi reseller atau dropshipper

Kamu juga bisa memanfaatkan uang Rp 100.000 milikmu sebagai modal berjualan online. Salah satu cara termudah memulai berjualan online adalah dengan menjadi reseller atau dropshipper bagi penjual lainnya yang sudah lebih mapan.

Sebagai reseller, kamu hanya perlu membeli barang dari supplier-mu, yaitu penjual tersebut, untuk dijual kembali. Cara ini membutuhkan modal di awal, namun kamu bisa memulainya sedikit demi sedikit. Sedangkan kalau kamu menjadi dropshipper, kamu mungkin sama sekali tak membutuhkan modal di awal karena yang kamu lakukan hanyalah memasarkan produk dari supplier-mu saja, biasanya melalui media sosial; supplier-mu lah yang akan mengirimkan produknya ke tangan konsumen.

Carilah supplier yang terpercaya dan produknya banyak diminati orang, lebih bagus lagi kalau supplier tersebut memiliki program potongan harga bagi reseller atau dropshippernya sehingga kamu bisa dengan mudah mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual.

4. Memproduksi dan menjual kerajinan tangan

Kalau kamu memiliki bakat keterampilan, kamu bisa menggunakan uang Rp 100.000 milikmu untuk membeli peralatan dan bahan-bahan untuk membuat kerajinan tangan yang bisa kamu jual. Contoh kerajinan tangan yang banyak diminati adalah aksesoris seperti kalung dan gelang, tas, sepatu, atau pajangan penghias rumah.

Jangan lupa untuk menghitung seluruh biaya yang kamu keluarkan untuk produksi, termasuk biaya finishing dan packaging. Lalu tentukan profit yang ingin kamu dapatkan. Biaya produksi ditambah profitmu adalah harga jual minimal yang bisa kamu tawarkan pada pelangganmu.


Artikel ini merupakan hasil kerjasama antara Arkana Finance dan Mekar.