reksadana saham

Reksadana saham adalah salah satu instrumen investasi favorit yang dianggap mampu memberikan hasil terbaik dan terbesar, apabila dibandingkan dengan reksadana jenis lain. Namun, seperti jargon “high risk high return”, reksadana jenis ini memiliki risiko yang tinggi apabila dibandingkan dengan reksadana jenis lain.

Namun, bukan berarti risiko yang tinggi ini tidak dapat disiasati. Berikut beberapa fakta tentang reksadana saham yang sebaiknya kita tahu sebelum membeli.

  1. Pergerakan reksadana ini mengikuti fluktuasi pasar atau IHSG, tapi kinerjanya bisa lebih baik daripada IHSG

Naik-turunnya reksadana saham memang sangat dipengaruhi oleh pergerakan IHSG, oleh sebab itulah reksadana ini dianggap memiliki volatilitas yang tinggi sehingga berisiko tinggi. Sebenarnya, ada yang bertanggung jawab atas kinerja sebuah reksadana, yaitu manajer investasi reksadana tersebut. Namun, kita tidak akan pernah tahu kapan seorang manajer investasi melakukan aksi jual atau beli atas saham-saham yang menjadi pilihannya dalam suatu reksadana. Hal ini hanya dapat diketahui dari kinerja reksadana tersebut, apakah lebih baik daripada pergerakan IHSG.

2. Reksadana tidak menerima deviden, saham iya

Reksadana hanya akan dianggap memberikan keuntungan apabila kita menjualnya lebih mahal dari harga beli, atau ada capital gain di situ. Sementara keuntungan dari saham bisa didapat dari capital gain dan deviden. Hal ini adalah kebijakan yang memang sudah dibuat, sehingga perhitungan satuan unit yang ada tidak pernah menyertakan adanya keuntungan dari deviden.

3, Reksadana saham dapat diminimalisir resikonya dengan perpanjangan waktu

Reksadana ini akan memberikan hasil imbal balik tinggi yang signifikan apabila waktu yang diperlukan untuk pemenuhan tujuan keuangan adalah melebihi 5 tahun. Hal ini adalah untuk memaksimalkan kinerja perusahaan yang sahamnya ada di dalam suatu reksadana, sehingga nasabah bisa mendapatkan hasil imbal balik yang tinggi. Oleh sebab itu reksadana tidak cocok untuk investasi jangka pendek. Baiknya sesuaikan dengan tujuan keuangan yang memiliki jangka waktu yang lama, sehingga hasil imbal baliknya bisa melebihi ekspektasi.

4. Fund Fact Sheet dan Prospektus

Dalam hal memilih reksadana, berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu lama / usia reksadana, jumlah dana kelolaan, isi dari reksadana atau saham apa saja yang menjadi bagian di dalam reksadana tersebut,  bagaimana kinerja 1,3,5,10 tahun terakhir, berasal dari Sekuritas atau manager investasi ternama, konsistensi dalam menerima penghargaan yang diadakan oleh pihak ketiga, dan harga.

Baca Juga: 7 Keuntungan Berinvestasi Reksadana untuk Pemula

Harga yang mahal tidak menjamin suatu reksadana saham itu baik, tapi harga yang mahal menjamin kepercayaan dan banyaknya minat masyarakat dalam memiliki reksadana tersebut. Jumlah dana kelolaan yang tinggi juga bisa menjadi tolak ukur suatu reksadana itu bagus atau tidak. Dan semua hal tersebut diatas bisa kita dapatkan informasinya dari fund fact sheet dan prospektus reksadana tersebut.

5. Reksadana saham dan semua reksadana lain bebas pajak

Pajak sudah dibebankan pada saat kita membeli reksadana. Sehingga pada saat kita diminta untuk melaporkan harta kekayaan pada SPT 21 atau surat pelaporan pajak terhutang, maka laporkanlah jumlah reksadana saham yang Anda miliki, seharga beli, dengan keterangan unrealized profit/loss atau dengan kata lain belum terealisasi. Gunanya hanya untuk pelaporan pajak sehingga apabila suatu saat nanti Anda mendapatkan profit baik dari reksadana yang Anda miliki, Anda memiliki jejak rekam yang baik dari pelaporan pajak yang sudah Anda lakukan.

Memiliki reksadana saham sebaiknya didahului dengan pengetahuan dan pemahaman yang cukup terlebih dahulu mengenai investasi. Karena sifat reksadana yang fluktuatif ini mungkin mengagetkan untuk investor pemula, sehingga sebaiknya kepemilikan reksadana saham ini bisa diawali terlebih dahulu dengan kepemilikan reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap atau reksadana campuran terlebih dahulu, agar nasabah sudah terbiasa dan paham mengenai bagaimana pergerakan reksadana ini sebenarnya.

Reksadana saham juga sebaiknya tidak direkomendasikan untuk mereka yang berusia di atas 50 tahun, atau membutuhkan hasil imbal balik untuk tujuan keuangan jangka pendek. Pahami resikonya dan sesuaikan dengan tujuan keuangan dan jangka waktu.

Atau untuk informasi dan rekomendasi lebih lanjut, silahkan tanyakan langsung ke info@arkanafinance.com atau hubungi no telp Arkana.

Baca Juga: Investasi Emas, Apakah Menguntungkan?