Banyak yang masih was-was dalam menyambut 2021. Beberapa kekhawatiran yang sering diungkapkan antara lain adalah apakah pandemi akan segera berakhir? Apa memang sekarang masanya recovery? Kapan ekonomi Indonesia akan bangkit dan bergeliat lagi? Apa benar vaksin akan menjadi salah satu penyelamat ekonomi kita?

Memang hal-hal tersebut ada diluar kuasa kita. Namun ada baiknya juga kita mawas diri dan kembali instrospeksi: Apa yang bisa kita lakukan untuk membenahi keuangan kita?

Pandemi tahun lalu memang menghempas banyak aspek dan banyak orang. Namun bukan berarti tidak ada yang tidak bisa kita lakukan sekarang, untuk menjalani tahun 2021 dengan lebih cermat dan siap.

Jadi, untuk membuat rencana keuangan di era new normal ini, apa sajakah yang harus di cermati?

1. Masuklah ke dalam metode defensif

Recovery ekonomi akan membutuhkan waktu. Oleh sebab itu, masuklah ke dalam metode defensif atau bertahan secara keuangan dalam kondisi yang ada. Atur ulang kembali pengeluaran-pengeluaran yang Anda miliki. Lakukan penyesuaian, dan kurangi apa yang bisa dikurangi.

Lakukan riset mandiri akan pengeluaran apa yang bisa lebih hemat dilakukan. Kalau perlu, cermati informasi diskon atau harga miring toko sebelah oleh promo yang mereka buat.

Jangan terjebak pesan antar online yang memberikan promo extra, karena siapa tahu malah jatah pengeluaran untuk makan sehari terkuras ke sana. Jadi, lakukan perhitungan sebaik-baiknya, dan budgetkan. Kita tidak tahu pasti kapan pandemi ini berakhir dan roda ekonomi benar-benar kembali pulih.

2. Dana darurat is a must

Tahun 2020 menjadi masa gelap buat sebagian besar orang karena adanya pemutusan hubungan kerja, atau hilangnya mata pencaharian akibat ekonomi yang kolaps. Sementara, kebutuhan pokok tetap harus dipenuhi.

Ada yang beruntung melakukan alih profesi dengan cepat, sehingga bisa menyelamatkan belanja dapur. Ada yang tidak. Namun satu hal yang sama, kebutuhan akan dana darurat untuk bisa mengantisipasi hal-hal seperti ini menjadi semakin disadari.

Milikilah tabungan terpisah dari tabungan utama. Pastikan dana darurat yang Anda miliki ini mampu meng-cover sedikitnya 9-12 bulan ke depan pengeluaran minimum. Apalagi kalau Anda sudah memiliki anak. Pastikan dana darurat yang dimiliki cukup untuk bisa membayar biaya pendidikannya selama setahun ke depan, yang lain bisa menyesuaikan.

Anda akan butuh manuver-manuver keuangan yang cerdas. Untuk itu, buatlah pos-pos keuangan dan restrukturisasi kembali pengeluaran Anda. Kerjasama dan diskusikan dengan pasangan apa yang sebaiknya dilakukan. Karena Anda tidak tahu, siapa atau apa yang bisa Anda selamatkan dengan manuver keuangan yang Anda lakukan sekarang.

3. Lengkapi BPJS yang kamu miliki dengan tambahan asuransi swasta

Tidak semua pengeluaran medis akan di-cover oleh BPJS. Dan asuransi swasta di masa sekarang ini akan menjadi sangat berharga nilainya. Tidak sedikit tentunya kita mendengar teman si A-B-C yang terpapar covid dan terselamatkan oleh biaya rumah sakit yang ratusan juta, semata karena ia memiliki asuransi.

Bayangkan yang tidak.

Kalau keuangannya mampu, atau memiliki keluarga yang berada mungkin tidak terlalu masalah. Bagaimana dengan yang tidak?

Asuransi swasta selain memberikan pilihan kenyamanan juga memberikan fasilitas lain berupa “gerak cepat” pihak rumah sakit dan prioritas dalam masa yang tidak pasti seperti ini. Beberapa tes apabila harus melalui BPJS harus melalui tahap tertentu dan kadang berhari-hari, sementara dengan asuransi bisa dilakukan sekaligus sehingga indikasi kesakitan bisa diketahui sejak dini dan cepat, sehingga Anda bisa mendapatkan pengobatan yang cepat dan tepat.

Kita butuh melindungi keluarga yang kita sayangi dari resiko kesakitan. Setidaknya, dari sekarang sudah ada payung perlindungan yang kita siapkan. Karena kita tidak akan pernah tahu, resiko apa yang mungkin muncul di kemudian hari ini.

4. Tetap berinvestasi walaupun jumlahnya tidak sebanyak biasanya.

Kalau misalnya Anda masih menjadi salah satu yang bisa memiliki penghasilan, maka sebaiknya tetaplah melakukan investasi. Walau sedikit investasi sekecil apapun tetap jauh berarti dari pada tidak melakukan investasi sama sekali. Apalagi dalam kondisi sekarang, hampir semua instrumen investasi tengah memiliki harga diskon. Sehingga, ketika recovery ekonomi sudah terjadi sepenuhnya, hasil imbal balik yang Anda dapatkan juga bisa jauh lebih besar dari rata-rata.

Memang segala sesuatunya memiliki resiko tersendiri. Tapi kita tetap bisa meminimalisir resiko dengan membaginya melalui management resiko keuangan yang baik. Impian dan perencanaan keuangan boleh tertunda, namun bukan berarti kita juga harus menghentikan investasi.

Lagipula, untuk Anda sudah memiliki tabungan investasi, tentunya Anda sudah dapat melihat angka-angka yang mulai naik itu sangat menarik bukan?

5. Hindari melakukan pinjaman atau utang baru

Salah satu pilihan cara termudah saat ini memang berupa pinjaman atau membuat utang baru. Apalagi dengan banyaknya pinjaman online yang memudahlan Anda untuk mendapatkan dana segar dalam hitungan  menit. Tapi, bunga yang menunggu juga bisa menjadi hantu yang mengganggu di malam hari.

Pahamilah kemampuan Anda untuk membayar. Hindari penambahan utang baru, karena utang baru adalah beban baru. Kalau misalnya saat ini Anda sudah memiliki cicilan, sementara pendapatan berkurang sehingga pembayaran cicilan ini tersendat, ajukan permohonan untu restrukturisasi, atau pendanaan ulang pada instansi terkait. Dengan demikian, waktu pelunasan bisa diperpanjang dan cicilan bisa diperkecil. Resiko seperti ini akan jauh lebih baik apabila dibandingkan dengan penambahan utang baru.

Jadi, cobalah untuk memahami, bagaimana posisi keuangan Anda sekarang dan bagaimana menyikapinya agar Anda bisa survive satu tahun ke depan.

 

Untuk update informasi tentang perencana keuangan terbaru follow intagram @arkana.finance , atau email kami di info@arkanafinance.com apabila ada pertanyaan lebih lanjut.

 #