menabung reksadana

Sudahkah kalian merencanakan keuanganmu? Bagaimana dengan tabunganmu? Yuk mulai investasi reksadana! Buat kamu yang udah punya penghasilan yang stabil, Investasi reksadana banyak keuntungannya lho. Tenang aja, gak perlu langsung menyisihkan banyak dari penghasilanmu yang gede buat investasi reksadana, yang penting kamu coba dulu. Reksadana juga merupakan suatu bentuk investasi dan bisa memberikan financial stability asalkan kamu mengalokasikan dana dengan baik secara teratur.

Reksadana sangat diajurkan sebagai salah satu instrumen investasi, terutama buat kamu yang udah punya penghasilan stabil dan tidak memiliki utang. Penghasilan stabil yang dimaksud di sini adalah gaji atau hasil usaha yang didapatkan setiap bulan sudah mencukupi kebutuhan sehari-hari seperti makan dan transportasi, jadi ada sisa untuk ditabung, yang biasa disebut Disposable Income.

Baca Juga: Perbedaan Investasi, Tabungan, dan Simpanan

Jumlah disposable income adalah jumlah pendapatan yang dapat digunakan untuk ditabung atau berinvestasi untuk masa depan, karena kebutuhan kita saat ini sudah tercukupi. Disposable Income inilah yang bisa kita pakai untuk investasi. Jangan sampai semua uangmu diinvestasikan, sampai-sampai kebutuhan sehari-hari sulit terpenuhi.

 

Bagaimana sih caranya berinvestasi di reksadana yang benar?

 

  1. Pilih perusahaan asset management atau agen penjual reksadana yang terpercaya. Untuk menyimpan uang yang akan kita taruh di reksadana, pastikan agar uangmu tidak disalahgunakan. Pemilihan asset management atau manajer investasi yang baik juga memungkinkan kamu untuk mendapatkan informasi yang kamu butuhkan secara lengkap dan imbal hasil yang lebih baik dari investasi reksadanamu.
  2. Pastikan cashflowmu sudah stabil dan sudah memiliki disposable income. Penting untuk mengatur uang bulananmu agar jangan sampai berantakan. Jumlah uang yang akan diinvestasikan sebaiknya sudah memiliki alokasi yang jelas dan tersedia. Pastikan kebutuhan utama terpenuhi sebelum menentukan jumlah dana untuk investasi.
  3. Pilih jenis reksadana yang sesuai dengan tujuanmu dan profil risiko. Ada empat jenis reksadana yang bisa kamu pilih dan masing-masing memiliki karekter tersendiri yang bisa dicocokan dengan tujuan keuangan dan profil risikomu: reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran atau saham.
  4. Pilih reksadana dengan kinerja yang baik di beberapa tahun terakhir. Kamu bisa mencari tau informasi tentang reksadana yang tepat sebelum mulai berinvestasi di sana. Informasi ini bisa didapatkan dengan riset secara online ataupun dengan berkonsultasi dengan konsultan keuangan atau perusahaan jasa keuangan yang biasa disebut manajer investasi.

Begitulah tips dan trik dalam memulai menabung di reksadana. Kalau tertarik untuk berinvestasi di reksadana atau mau tahu lebih lanjut tentang reksadana, kamu bisa konsultasi dengan Arkana Finance.