Mengatur Keuangan

Mengatur Keuangan

Salah satu hal yang sering kita lupakan adalah mengatur keuangan. Betul, ada budget yang kita alokasikan untuk bayar tagihan listrik, handphone, belanja bulanan, namun semua itu bukanlah mengatur keuangan. Itu cash flow, atau sering disebut dengan arus kas yang masuk dan keluar.

Mengatur keuangan lebih tepat apabila disebut dengan merencanakan keuangan. Dan merencanakan keuangan bukanlah hanya sekedar dari apa yang ingin kita beli dari uang yang kita dapatkan, namun juga mengantisipasi kemungkinan apa yang ingin kita dapatkan. Jadi, mengapa penting bagi kita untuk mengatur keuangan?

1. Memenuhi tujuan keuangan

Tujuan keuangan setiap individu tentunya berbeda, tergantung daripada kebutuhannya masing-masing. Ada yang membutuhkan pengaturan tabungan pendidikan sebagai tujuan keuangannya, perencanaan kepemilikan rumah atau kendaraan, persiapan dana haji, tabungan pensiun, danlain-lain.

Dengan memiliki tujuan keuangan kita jadi lebih tahu apa yang ingin dilakukan dan bagaimana membagi alokasi pengeluaran agar lebih terarah. Ibarat dalam suatu perjalanan, tujuan keuangan adalah peta, dan jalan yang kita ambil, adalah perencanaan keuangan yang kita lakukan. Dan tentunya dalam setiap perjalanan, ada persiapan yang harus kita lakukan, bukan? Persiapan yang kita lakukan identik dengan pengaturan keuangan. Ada hal-hal yang memang kita harus pikirkan, agar perjalanan yang kita lakukan menjadi aman.

2. Pengaturan cash flow yang lebih terjaga

Dengan adanya pengaturan keuangan, otomatis cash flow menjadi lebih terjaga. Dari awal, kita akan membuat apa yang disebut dengan pos-pos keuangan. Misalnya pos keuangan untuk pembayaran tagihan, pengeluaran rutin bulanan, investasi, belanja bulanan, cicilan dan gaya hidup. Akan ada budget tertentu yang sudah kita siapkan. Dengan demikian, keuangan kita akan lebih terkontrol.

Tidak mungkin kita akan mengambil budget untuk gaya hidup misalnya, dari budget untuk belanja bulanan yang sudah kita tetapkan hanya gara-gara budget gaya hidup kita sudah habis. Tentu kalau belanja bulanan kurang, resiko tidak makan di akhir bulan bisa terjadi. Sebaiknya kita mengurangi budget untuk gaya hidup daripada mengurangi belanja bulanan yang kita tahu pasti rutin, bukan?

3. Belajar disiplin

Dengan adanya pengaturan keuangan, otomatis kita akan menjadi disiplin dalam membelanjakan uang. Seperti yang sudah disebut pada poin 2, ada budget yang sudah kita perhitungkan dari awal, yang apabila salah akan berimbas pada pos-pos pengeluaran yang lain. Dan mau tidak mau, hal ini akan membuat kita berlatih untuk disiplin dalam menjalankan perencanaan keuangan yang kita miliki.

4. Mencegah bocor halus

Salah satu penyebab pengeluaran terbesar adalah bocor halus. Bocor halus adalah pengeluaran kecil-kecil yang tidak tercatat, karena kita anggap remeh atau uang yang dikeluarkan tidak seberapa. Padahal, ketika dikumpulkan ternyata jumlahnya tidak sedikit.

Misalnya sesederhana gorengan. Berapa banyak yang uang kita keluarkan untuk membeli gorengan seriap harinya? Rp 5000 – Rp. 10.000 misalnya, akan sama dengan Rp. 125.000 – Rp. 250.000 per bulan apabila dihitung untuk 25 hari kerja kita mengeluarkan jumlah uang yang sama untuk gorengan.

Padahal uang gorengan tersebut kalau kita investasikan di instrumen investasi, bisa memberikan hasil imbal balik yang baik. Dengan perencanaan keuangan dan perhitungan yang baik, akan banyak sekali pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu, yang  bisa diselamatkan.

Ada berbagai alasan mengapa seseorang mengatur keuangannya. Dengan tujuan sebenarnya memiliki keuangan yang baik dan lebih baik lagi. Apalagi kalau sudah memiliki tujuan keuangan tertentu, maka perencanaan keuangan dibutuhkan.

Dengan mulai memiliki pos-pos keuangan, atur budget dan disiplin menjalaninya, adalah langkah awal yang bisa kita lakukan menuju kebebasan finansial.

Mau tahu tips keuangan lain dari Arkana? Simak terus informasi keuangan lainnya di website Arkana Finance, dan tunggu tips dari kami selanjutnya.