Salah satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam memilih suatu saham, adalah besaran market cap atau nilai kapitalisasi pasa perusahaan tersebut.

Market cap atau nilai kapitalisasi pasar adalah nilai yang timbul dari jumlah saham yang beredar dikalikan dengan harga saat ini. Jadi ada berapa banyak saham yang diperdagangkan di bursa efek, dikalikan dengan harganya saat ini atau biasanya per penutupan perdagangan.

Iya, nilai market cap bisa berubah setiap hari, tapi tentu ada rangenya yang bisa dijadikan tolak ukur.

Jadi mengapa nilai market cap ini penting?

1.Untuk menghindari permainan bandar

Perdagangan per hari di bursa efek adalah antara Rp. 6-7 trilyun. Untuk beberapa waktu bisa sampai ke angka 9 trilyun, bahkan pernah ke angka Rp. 11 trilyun. Misal nilai kapitalisasi perusahaan adalah Rp. 5 trilyun, artinya seseorang butuh sedikitnya dana sebesar Rp. 1 trilyun unyuk bisa menguasai 20% dari saham yang beredar, yang diperdagangkan. Jadi, cukup untuk bisa menggerakkan arah saham tersebut ke mana.

Rp. 1 trilyun tersebut, sama dengan 1/7 jumlah perdagangan. Dengan kata lain, seorang bandar atau penggerak pasar tidak akan mau menggunakan dana sebesar itu untuk bisa menggerakkan saham. Biasanya bandar akan menggunakan dana yang lebih kecil, dengan target saham yang memiliki kapitalisasi di bawah Rp. 500 milyar. Supaya dengan dana Rp. 50 milyar saja atau kurang, ia sudah bisa mengarahkan harga saham. Dan, tidak mudah terdeteksi akibat adanya volume perdagangan yang tinggi, karena rata rata perdagangan suatu saham dibawah Rp. 50 milyar masih dianggap wajar.

2. Valuasi saham ini bagus untuk investasi atau trading

Rata-rata saham yang memiliki market cap diatas Rp. 3 trilyun, memiliki fondasi perusahaan yang kuat. Apalagi kalau usia perusahaan tersebut sudah di atas 10 tahun. Dari laporan keuangannya akan terlihat, bagaimana kinerjanya. Dan tentunya pemilik perusahaan senilai Rp. 3 trilyun ini tidak akan dengan mudah membiarkan perusahaannya rugi begitu saja. Tapi lebih memilih ekspansi dan memperbesar perusahaannya.

Perhatikan juga bagaimana jumlah pedagangan per harinya. Nilai kapitalisasi market yang besar akan memiliki nilai perdagangan harian yang besar. Dan harga emiten atau saham tersebut akan lebih stabil. Dari sini akan terlihat apakah saham tersebut sebaiknya diperdagangkan untuk trading, atau untuk investasi jangka panjang.

3. Menentukan PER atau Price Earning Ratio

Price earning ratio adalah rasio rata-rata pendapatan yang didapat oleh per lembar saham. Jadi berapa besar keuntungan atau laba bersih yang di dapat oleh perusahaan, kalau dibagi dengan jumlah saham yang beredar, itu adalah PER-nya.

Sebuah emiten yang market capnya tinggi, dan memiliki laba bersih perusahaan yang tinggi, harus dilihat bagaimana PER-nya juga untuk bisa memahami apakah perusahaan ini layak disimpan untuk investasi atau tidak. Beberapa perusahaan yang memiliki market cap tinggi tapi memiliki PER tinggi, sangat tidak menarik apabila dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki market cap tinggi tapi memiliki PER rendah. PER yang rendah berarti harga saham tersebut relatif lebih murah dari seharusnya. Sehingga kenaikan harga sahamnya sampai ke harga wajarnya akan memberikan capital gain yang baik dan waktu yang lebih singkat, daripada perusahaan dengan PER tinggi.

Namun tetap, perhatikan baik-baik market cap-nya.

Berikut Daftar Saham Dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) per 1 Februari 2021 :

  1. Bank Central Asia Tbk : Rp 832 Triliun (11,7%)
  2. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk : Rp537 Triliun (7,5%)
  3. Telekomunikasi Indonesia Tbk : Rp320 Triliun (4,5%)
  4. Bank Mandiri (Persero) Tbk : Rp310 Triliun (4,3%)
  5. Unilever Indonesia Tbk : Rp268 Triliun (3,8%)
  6. Astra International Tbk : Rp244 Triliun (3,4%)
  7. Chandra Asri Petrochemical Tbk : Rp189 Triliun (2,7%)
  8. H.M. Sampoerna Tbk : Rp158 Triliun (2,2%)
  9. Elang Mahkota Teknologi Tbk : Rp116 Triliun (1,6%)
  10. Bank BRI Syariah Tbk : Rp114 Triliun (1,6%)

Sember IDX

Top 10 saham dengan market cap tertinggi ini mewakili 43,2% nilai kapitalisasi bursa efek. Saat ini ada 715 saham yang diperdagangkan di bursa efek. Jadi sebenarnya pemilihan saham yang memang diperuntukkan bagi investasi jangka panjang seperti persiapan dana pensiun, dana pendidikan yang dibutuhkan dengan jangka waktu lebih dari 5 tahun sangat terukur.

Kalau misalnya Anda masih membutuhkan informasi lebih lanjut, atau sekedar ingin bertanya mengenai saham apa yang cocok untuk tujuan keuangan Anda, reksadana apa yang tepat untuk Anda, silahkan tanyakan langsung ke kami di WA +62 811-1856-111.

Arkana finance akan dengan senang hati membantu Anda untuk memilih produk investasi yang sesuai dengan tujuan  keuangan dan profile resiko yang Anda miliki.

 

Untuk update informasi tentang perencana keuangan terbaru follow instagram @arkana.finance , atau email saya di fioney@arkanafinance.com apabila ada pertanyaan lebih lanjut.#