perencanaan keuangan keluarga

Setelah menikah dan resmi menjadi pasangan suami istri maka semakin banyak hal baru yang harus dipikirkan untuk memenuhi semua perencanaan keuangan keluarga. Pengeluaran dan gaji yang tadi nya hanya kamu habiskan seorang diri sekarang kamu harus rela membaginya dengan istri dan anak-anak mu. Mengatur keuangan juga menjadi skill baru yang harus dimiliki oleh kamu para ibu muda. Oleh sebab itu, kamu harus pandai-pandai dalam mengatur keuangan untuk mencapai perencanaan keuangan keluarga yang banyak diimpi-impikan oleh para pasangan muda. Perencanaan keuangan keluarga seperti apa sih yang banyak diimpi-impikan oleh keluarga baru dan bagaimana ya cara membuat perencanaan nya? Yuk simak beberapa tips perencanaan keuangan keluarga bagi pasangan muda!

  • Berlibur Bersama (honeymoon)
    Berlibur bersama setelah menikah memang menjadi impian setiap pasangan baru. Namun, beberapa dari mereka banyak melewatkan moment ini karena menganggap biaya honeymoon menghabiskan dana yang sangat tinggi. Tetapi pada kenyataan nya tidak demikian jika kamu mempersiapkan dana nya dengan sebaik mungkin. Dan jangan sampai biaya yang kamu keluarkan untuk honeymoon menjadi beban tersendiri hingga akhirnya kamu masih harus tetap berhutang walupun perjalanan wisata yang kamu lakukan telah usai.Oleh sebab itu, sebelum kamu membuat perencanaan keuangan untuk honeymoon kamu perlu memperhatikan beberapa hal seperti pilihlah destinasi wisata yang “pas” di hati dan kondisi keuangan mu, tentukan berapa lama waktu yang kalian butuhkan untuk honeymoon, dan tentukan sarana apa yang akan kalian gunakan apakah kalian ingin menggunakan jasa travel agent atau pribadi serta jangan lupa untuk tetap mengkomunikasikan setiap plan kamu ini bersama pasangan mu ya!
  •  Biaya Pendidikan Si Buah Hati
    Biaya pendidikan si buah hati merupakan kebutuhan yang pasti akan dikeluarakan tepat pada waktu nya . Mungkin saat ini para pasangan muda yang belum dikaruniai seorang anak atau anak anda masih berusia 1-3 tahun. Karena belum dikaruniai anak ataupun usia anak masih sangat kecil, terkadang para ibu muda lupa bahwa biaya pendidikan harus segera dipersiapkan. Padahal tanpa terasa biaya pendidikan harus segera dibayar dan jumlahnya pun tidak kecil.Selain itu, sistem zonasi yang dibuat oleh pemerintah saat ini semakin menyusahkan bagi para orang tua.  Orang tua yang telah mengharapkan anak nya untuk dapat bersekolah di sekolah negeri unggulan sesuai pilihan nya malah harus terkena dampak sistem zonasi yang diberlakukan oleh pemerintah. Para orang tua yang terpaksa memilih sekolah swasta dengan  biaya yang cukup tinggi agar anak nya tetap dapat melanjutkan sekolah. Sehingga, tak jarang banyak orang tua yang kecolongan tidak mempersiapkan dana pendidikan anak dengan baik sehingga akhirnya terpaksa “berhutang” ketika anak masuk sekolah.Untuk menghindari hal tersebut maka perlu dilakukan perhitungan biaya pendidikan sejak dini dengan mempertimbangkan hal-hal seperti level pendidikan, tempat pendidikan (sekolah swasta atau negri) dan biaya pendidikan (uang sekolah, uang ekstrakurikuler, uang jajan, uang kos, uang transport). Setelah melakukan perhitungan, maka akan terlihat angka kasar dari total biaya pendidikan yang harus disiapkan sejak dini. Dasar perhitungan tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk merencanakan tabungan pendidikan si anak dan jangan lupa untuk mempertimbangkan beberapa kemungkinan yang mungkin terjadi ya!
  • Dana Darurat
    Sebagai keluarga baru akan butuh kesiapan dana untuk masa sulit yang tidak terduga . Akan ada masanya di mana kamu membutuhkan kesiapan dana tunai yang likuid, untuk kebutuhan-kebutuhan mendadak. Misalnya keluarga yang tertimpa kemalangan, atap bocor, sakit yang tidak dicover BPJS, dan hilangnya penghasilan akibat pemutusan hubungan kerja. Oleh sebab itu untuk, kamu setidaknya harus siap memiliki dana darurat sebesar  6-9 kali pengeluaran bulanan  dalam rumah tangga. Misalkan, pengeluaran bulanan rumah tangga termasuk KPR atau utang lainnya sebesar Rp 15 juta per bulan maka dana darurat minimal yang harus dimiliki adalah Rp 60 juta
  • Biaya Asuransi
    Dalam keseharian nya bagi kamu yang sudah berumah tangga, tentunya tidak terlepas dari berbagai risiko dan kemungkinan-kemungkinan yang tidak bisa kamu hindari. Bila saat ini kita sehat, suatu hari nanti bisa saja jatuh sakit. Sama hal nya dengan barang ataupun asset yang kita miliki saat ini. Berbagai resiko yang terjadi, seringkali berdampak pada siklus keuangan yang kita miliki. Misalnya, tiba-tiba istri atau suami jatuh sakit maka kamu harus mengeluarkan biaya pengobatan.Risiko-risko finansial yang muncul mungkin masih bisa ditanggung oleh dana daraurat yang telah kamu persiapkan, namun bagaimana jika ternyata biaya yang dikeluarkan lebih besar daripada dana darurat yang ada? Nah, oleh sebab itu disinilah asuransi berperan.  Ada beberapa macam produk asuransi yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan keuangan yang dimiliki. Namun sebelum memilih, sobat harus memperhatikan hal-hal seperti tentukan alasan kamu mengajukan permohonan asuransi, tentukan besaran biaya yang dapat kamu keluarkan, tentukan polis yang tepat dan terakhir bijaksanalah dalam memilih agent asuransi yang kamu perlukan.

Itu dia tips perencanaan keuangan keluarga bagi pasangan muda. Nah, dari keempat dream goals diatas, mana saja yang menjadi rencana keuangan bersama sobat arkana atau mana sajakah yang sudah terwujud? Mimin, yakin pasti semua dream  yang disebutkan diatas ingin dicapai semua oleh kalian kan. Oleh sebab itu, sobat perlu mengatur keuangan bersama si doi sebaik mungkin.

Mengatur keuangan keluarga untuk dapat memenuhi semua hal yang diinginkan bersama pasangan memang tidak mudah dan membutuhkan banyak waktu, oleh sebab itu papa dan mama muda bisa memilih untuk mempercayakan pencapaian dream goals kamu diatas dengan financial advisor yang terpercaya untuk mengatur keuangan kalian jika bila kalian belum yakin untuk mengatur keuangan kalian berdua agar dapat mencapai semua dream goals kamu ya kamu impikan ya!