tips mengatur keuangan

Tips Mengatur Keuangan di Masa Pandemi

Beberapa bulan terakhir ini, negara-negara di belahan dunia dilanda pandemi Covid-19, termasuk Indonesia. Dampaknya pun dirasakan tidak hanya bagi skala besar, namun juga berpengaruh pada pengeluaran rumah tangga. Supaya pengeluaran kita tetap terjaga, ada banyak tips mengatur keuangan di masa pandemi berikut ini:

 

1. Restrukturisasi kembali pengeluaran

Pengeluaran yang kita miliki tentunya ada berbagai macam. Ada pengeluaran rutin, tagihan, cicilan, pengeluaran bulanan, mingguan, harian, tabungan, investasi, dll. Dari pengeluaran yang kita miliki, coba lihat kembali, manakah pengeluaran yang benar-benar harus, atau hanya ingin.
Contoh pengeluaran yang benar-benar harus adalah tagihan listrik, tagihan telepon, uang sekolah anak, dll yang tidak bisa tidak harus dikeluarkan. Sementara pengeluaran yang tidak harus adalah jatah go food, dan hal-hal lain berupa kebiasaan jajan yang sebenarnya bisa tidak kita keluarkan.

 

2. Buat daftar belanja berdasarkan skala prioritas

Untuk memudahkan restrukturisasi pengeluaran, sebaiknya kita membuat daftar belanja. Berapa banyak ayam yang kita makan? Berapa banyak gula yang kita konsumsi? Pasta gigi, pembersih, cemilan dan lain-lain yang biasa ada di dalam daftar belanja, tulis semua. Setelah ditulis, lihat kembali apakah ada daftar yang sebenarnya bisa kita kurangi?
Butuh kedisiplinan yang tinggi dalam membuat daftar belanja. Karena sering kali ketika kita sampai di supermarket atau pasar, kita memiliki kecenderungan untuk membeli barang-barang yang sebenarnya kita tidak perlu, seperti cemilan untuk si kakak atau adik, atau sekedar sirup untuk keluarga. Dari daftar tersebut pilahlah kembali berdasarkan skala prioritas. Apakah penting, benar-benar penting, atau tidak penting sama sekali. Semuanya tergantung kebijakan kita masing-masing dalam mengatur keuangan untuk belanja.

 

3. Budgetkan semua pengeluaran

Salah satu tips berhemat yang paling efisien adalah dengan membudgetkan semua pengeluaran. Misalnya, budget untuk makan sebulan, untuk sekedar jajan, kuota internet, dan lain-lain. Tapi kembali, disiplin ini penting. Jangan karena budget jajan kita sudah habis kemudian ada teman jualan cookies jumbo mendadak, kita memutuskan untuk menjebol budget pengeluaran untuk hal lain, tentunya tidak bijak.
Apalagi kalau yang dijebol adalah budget untuk investasi atau tabungan darurat lainnya. Perhatikan baik-baik apa yang menjadi skala prioritas kita dan ukur kembali bagaimana kemampuan kita. Dengan begitu, kita akan lebih tahu pos-pos mana saja yang mengeluarkan budget yang besar.

 

4. Hindari penggunaan kartu kredit

Kartu kredit memiliki bunga yang sangat tinggi dan terus bekembang. Jika bukan karena keperluan yang sangat mendesak, karena fasilitas bunga nol persen, atau sebagai alat bayar yang langsung dilunasi saat gajian, sebaiknya penggunaan kartu kredit dihindari.
Apalagi kalau di saat pengurangan pendapatan terjadi karena pandemi, demi mempertahankan gaya hidup kamu mempergunakan kartu kredit, maka hal ini sudah masuk dalam kategori tidak sehat secara finansial.
Baca jugaTips mengenai kartu kredit agar lebih bijak dalam pemakaian kartu kredit

 

5. Miliki dana darurat

Periksa kembali dana darurat yang kamu miliki, berapa jumlahnya? Besaran dana darurat yang sekarang ini dianjurkan adalah sekitar 12 bulan dari pengeluaran (minimal) atau 12 bulan pendapatan (maksimal) terutama jika memiliki anak atau tanggungan. Mengapa? Karena situasi pandemi ini belum jelas kapan berakhir.
Walaupun banyak negara menjanjikan adanya vaksin dalam waktu dekat, tetap saja hal itu belum terjadi dan sebaiknya kita memiliki kesiapan finansial untuk 12 bulan ke depan, atau setidaknya cukup untuk menyelamatkan uang sekolah anak sampai tahun depan. Kalau dana darurat yang dibutuhkan belum mencukupi, cobalah menyisihkan sebagian jatah jajan kita ke dana darurat terlebih dahulu.

 

6. Restrukturisasi kembali utang yang kamu miliki

Apabila saat ini kamu masih memiliki kemampuan untuk membayar utang serta tagihan rutin, maka hal ini tidak perlu dilakukan, Namun, apabila kamu mulai merasa berat karena penghasilan berkurang sementara tagihan terus berdatangan, maka cobalah untuk mengajukan keringanan.
Beberapa bank memiliki fasilitas cuti bayar dan reschedule ulang cicilan. Jangan ragu untuk bertanya tentang kemungkinan restrukturisasi ini, karena semakin kita berhemat, semakin kita bisa melewati masa pandemi ini dengan baik.
Baca juga: Cara melunasi hutang agar tidak membebankan

#